SYAIR ABU NAWAS (Al-I'tiroof / Doa Taubat)
Dibalik gabungan antara kejeniusan dan kejenakaannya, Abunawas sebenarnya adalah seorang ulama yg alim yang hidup pada jaman Raja Harun Al Rasyid. Tak mengherankan bila ia mempunyai murid yg tidak sedikit, yang pada satu satu hari seorang muridnya bertanya,
“Wahai guru, mungkinkah manusia bisa menipu Tuhan?”
“Mungkin.” Jawab Abunawas
“Bagaimana caranya?” Tanya murid Abunawas ingin tahu.
“Dengan merayuNya melalui pujian dan doa,” Kata Abunawas
“Ajarkanlah doa itu padaku wahai guru,” Pinta murid Abunawas
Inilah syair karya Abunawas yang akhirnya menjadi syair yang biasa dilantunkan di masjid-masjid atau di pesantren-pesantren, bahkan kini lagunya banyak direkam kedalam CD dgn digubah aransemennya.
Ilaahi Lastu Lil Firdausi Ahlaa
Walaa Aqwaa `Alan Naaril Jahiimi
Fahablii Taubatan(u) Waghfir Dzunuubii
Fainnaka Ghoofirudz Dzambil `Adzhiimi
Ya Tuhanku, aku tak layak menjadi ahli syurga-Mu
Namun, aku juga tidak mampu menahan panasnya siksa api neraka
Karena itu terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya hanya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar
Dzunuubii Mitslu A`daadir Rimaali
Fahabli Taubatay Yaadzal Jalaali
Wa `Umrii Naaqishun Fii Kulli Yaumi
Wa dzambizzaidun kaifa ihtimaalii
Illahi 'abdukal 'aasi ataaka
Muqirrambiidz dzunuubi waqadda'aaka
Faintaghfir fa anta lidzaka ahlu
Wa intathrud famannarjuu siwaaka
Dosa-dosaku seperti jumlah debu pasir dipantai
Maka terimalah taubatku Wahai Pemilik Keagungan
Dan sisa umurku berkurang setiap hari
Dan dosa-dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya
Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-Mu