
Pada satu hari kakak sepupu yang tercinta menelpon. Ketika ngobrol ngalur ngidul tiba-tiba keluarlah pertanyaan tentang si Uwil.
“Gimana kabarnya si uwil?”
“Baik” jawab saya. Kemarin nyaris mau aku steril, tp akhirnya gak jadi karena kasihan kalo dia diedel-edel”
“Emank ada berapa jadinya kucing di rumah”
“Saat ini sih ada sembilan”
“Udalah buang aja, kucing kampung ini. Kalo kucing angora boleh deh tuh
dipelihara kan cakep…”
(waduh kalo soal sayang sih gak liat fisik, mau cakep ato jelek kalo dah
terlanjur sayang mah sayang aja… hi..hi..hi…)
Tapi masalahnya begitu dengar “anaknya” direndahkan hanya karena bukan kucing import yang fisiknya tentu jauh lebih bagus dari sekedar kucing lokal, “emaknya” si uwil langsung gak rela dan serta merta mengeluarkan jurus kesombongannya.
“Wah mbak, biarpun dia kucing kampung tapi namanya dah tenar di internet (penting gak sih..? he..he..he…). Mbak cuma cukup ketik kata “uwil” dan mbak dah bisa nemuin foto uwil di internet. Pak RT aja belum tentu fotonya bisa muncul di internet kalo kita ketik namanya.” (masih dengan sombongnya “emaknya” si uwil mencoba memberikan penjelasan yang sekaligus pembelaan)
“ O..ya…? Wah kalo begitu hebat donk si Uwil kucing kampung itu…”
Halah, kok ya tetep lho kata kucing kampung masih dipakai. Percuma deh nerangin ampe berbusa. Kalau di milis pecinta kucing, para anggotanya lebih suka menggunakan kata kucing lokal, karena mungkin kesannya lebih terhormat dan tidak melukai perasaan si empus (emank empus punya perasaan ya…?
). Sekarang sih yang lagi menyaingi si Uwil di dunia maya adalah anak laki-lakinya yg imut and lucu bernama si Totol. Yang ini lebih mudah ditemukan di internet daripada ibunya.
Yang bisa diambil dari percakapan melalui telpon ini adalah betapa internet bisa juga dimanfaatkan untuk menjadi ajang menaikan harkat dan martabat makhluk, bahkan harkat dan martabat makhluk yang bernama Uwil (wekzz…
). Karena siapa pun yang akan merendahkan si Uwil dan menganggapnya cuma sekadar kucing kampung yang harus dibuang ketika sudah terlalu sering berproduksi, lambat laun mulai menghargai Uwil, khususnya ketika tahu bahwa dia sudah banyak melanglang buana di jagad maya. Apalagi status si Uwil yang merupakan ikon sebuah laman (ceileeee...), tentulah menjadikan Uwil ini bukan hanya sembarang kucing tetapi seekor kucing yang dikenal di internet (he..he..he…kayaknya kalo yang itu sih cuma prasangka emaknya aja deh….).
Jadi apabila Anda ingin seperti si Uwil yang naik harkatnya (halah..gak penting…), mari mulai ambil bagian dalam dunia maya….he..he..he…
