Diambil dari www.nu.or.id
Membaca Shalawat untuk Nabi 22/01/2008 Membaca shalawat adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, disamping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat “Nariyah”, ada “Thibbi Qulub”. Ada shalawat “Tunjina”, dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan “hizib” dan “rawatib” yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cita-cita kepada Rasulullah sekaligus ibadah.
Salah satu hadits yang membuat kita rajin membaca shalawat ialah: Rasulullah bersabda: Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.
Salah satu shalawat yang sangat popular ialah “Shalawat Badar”. Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara dimana dan kapan saja “Shalawat Badar” selalu dilantunkan bersama-sama.
Shalawat yang satu ini, “shalawat Nariyah”, tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.
Salah satu shalawat lain yang mustajab ialah shalawat Tafrijiyah Qurtubiyah, yang disebut orang Maroko shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak apa yang tidak disuka, mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat Nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat bi idznillah. Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam.
Imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (fardlu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rejekinya tidak akan putus, disamping mendapatkan pangkat/kedudukan dan tingkatan orang kaya. (Khaziyat al-Asrar, hlm 179)
Simak sabda Rasulullah SAW berikut ini:
وَأخْرَجَ ابْنُ مُنْذَة عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ الله عَنهُ أنّهُ قال قال َرسُوْلُ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ: مَنْ صَلّى عَلَيَّ كُلّ يَوْمٍ مِئَة مَرّةٍ – وَفِيْ رِوَايَةٍ – مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي اليَوْمِ مِئَة مَرّةٍ قَضَى اللهُ لَهُ مِئَة حَجَّةٍ – سَبْعِيْنَ مِنْهَا في الأخِرَةِ وَثَلاثِيْنَ فِي الدُّنْيَا – إلى أنْ قال – وَرُوِيَ أن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عليه وسلم قال : اكْثَرُوا مِنَ الصَّلاةِ عَلَيَّ فَإنّهَا تَحِلُّ اْلعَقْدَ وَتَفْرجُ الكُرَبَ – كَذَا فِيْ النزهَةِ Hadits Ibnu Mundah dari Jabir, ia mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia. Sampai kata-kata … dan hadits Rasulullah yang mengatakan: Perbanyaklah shalawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah.
Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal-amal kalian disampaikan kepadaku; jika saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. (Hadits riwayat Al-hafizh Ismail Al-Qadhi, dalam bab shalawat ‘ala an-Nabi).
Imam Haitami dalam kitab Majma’ az-Zawaid meyakini bahwa hadits di atas adalah shahih. Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya (istighfar) di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa Rasul untuk umatnya pasti bermanfaat.
Ada lagi hadits lain. Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa menjawab salam itu.
KH Munawwir Abdul Fattah Pengasuh Pesantren Krapyak, Yogyakarta (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih)
 | Assalamu alaikum salam ukhuwah, afwan " Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits. Rasulullah SAW bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal-amal kalian disampaikan kepadaku; jika saya tahu amal itu baik, aku memuji Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. (Hadits riwayat Al-hafizh Ismail Al-Qadhi, dalam bab shalawat ‘ala an-Nabi)."afwan bukan apa-apa, siapa tahu hadits ini tidak shohih, ....... ( http://um412ok.multiply.com/journal/item/36) sukron wa jazakillah ...... |
 | Waalaikum salam Salam ukhuwah juga, Buat yg meyakininya monggo saja.... Bagi yg tidak yakin ya tdk usah diikuti.... ^_^ |
 | bagus,gitu dong mba annisa,orang wahabi yang ga suka salawatan ga usah diikutin,padahal,memuji nabi itu pahalanya gede,bisa jadi tabungan syafaat kita diakhirat.seperti tulisan diatas,dalilnya kuat.orang yang ga suka salawatan,tahlilan,zikir,barzanji dan tradisi NU dan habib ga usah didengerin,mereka cuma bisanya membid'ahkan saja,tanpa tahu maksud dan tujuan dari hal2 yang disebut diatas.mustinya mereka membaca ulang sejarah islam dan sejarah wali.Baca tulisan tentang wahabi di blogku yah.sekedar bahan bacaan,terserah gimana nanti memandang wahabi itu seperti apa.kita bebas menentukan pikiran kita dan hal yang kita yakini tanpa perlu memaksa orang mesti seperti kita.mudah2an salawat untuk nabi dapat menggema diseluruh bumi, |
 | walhamdulillah.. syukuran sis.. |
 | ...jika rasa kangen ini tak menemui tepi maka Tuhanku..sampaikanlah salawat rindu ini ke paduka Nabi SAW..
|
 | um412ok wrote on Jan 26, edited on Jan 26 wah jadi nggak enak...... apakah ada yang salah jika ana menanyakan keshohihan hadits ini, bukankah banyak sekali hadits palsu beredar di kalangan kita? tentang penjelasan hadits ana posting di : http://um412ok.multiply.com/journal/item/54baik ulama' nu, ulama' wahabi, salafi, im, ht dan lain-lain smua menyepakati tentang penjelasan hadits ini. ana tidak menganggap sholawat dilarang. jika ada orang yang melarang sholawat, mungkin karena caranya yang salah, terdapat kata-kata yang salah atau karena sebab lain, bukan karena sholawat itu sendiri. tentang wahabi ana juga posting, mohon untuk dibaca: http://um412ok.multiply.com/journal/item/56. tentang siapa sebenarnya wahabi |
 | tentang posting ini, sudah jelas hanyalah persangkaan semata. pendapat ulama' tertentu yang bisa saja pendapatnya salah.
afwan, ulama' berbeda dengan rosulullah, saw (yang sudah jelas dibersihkan hatinya).
|
 | Mari kita sama-sama buka hati..... jangan biarkan nafsu menutupi kebenaran ini. jangan biarkan prasangka menutupi hati kita hati adalah raja. Toleransi bukan berarti fanatik terhadap golongan sendiri. Imam mempat madzap pun bertoleransi, tetapi tetap berada di bawah Alquran dan Hadits Shohih. http://um412ok.multiply.com/journal/item/58jika ana ada yang salah tolong ditunjukkan..... (ini benar-benar dari hati saya, afwan bukan sekedar disindir, terkadang orang tidak tahu) |
 | Sukron, insyaAllah berguna... tolong ditunjukkan....
tentang apa yang antum tulis: ...jika rasa kangen ini tak menemui tepi maka Tuhanku..sampaikanlah salawat rindu ini ke paduka Nabi SAW.. Awas lho...bisa disangka bid'ah he..he..he...
ini adalah anggapan Antum. bukan anggapan ana. ana tidak mengganggap bid'ah
|
 | ini adalah anggapan Antum. bukan anggapan ana. ana tidak mengganggap bid'ah  Kalo soal kata2 sampaikan shalawat rindu ini ke paduka Nabi SAW, itu sih sy rasa saking rindunya kepada Rasullulah SAW shg ia berdoa kepada Allah utk kebahagian Rasullulah SAW dg memakai shalawat. Karena memang jaman sekarang mana ada lagi sih makhluk mulia seperti Rasullulah SAW yg dengan memandang wajahnya saja hati bisa terasa sejuk (itu kata hadist lho... ) Btw, syukurlah kalo tidak menganggap bid'ah orang yg melakukan shalawat. Karena selama ini saya sudah biasa kok dituduh melakukan bid'ah dan sejenisnya hanya karena masalah shalawat... Bahkan saya pernah di blok dr group Muslim, tidak boleh jd anggotanya hanya karena adminnya lihat saya pasang shalawat yg memakai musik, dia bilang itu bid'ah... ya sudah tidak apa2, toh soal hati hanya yg Maha Penyayang yg tahu.... Ini ada link baru... http://irdy74.multiply.com/reviews/item/263 |
 | um412ok wrote on Jan 27, edited on Jan 27 Afwan memang terdapak orang dalam kelompok/firqoh tertentu yang terlalu cepat menganggap sesuatu itu bid'ah.
jika kembali ke permasalahan awal, sebenarnya pesan yang ingin ana sampaikan adalah: * menyampaikan kebenaran di dalam islam hukumnya adalah wajib kepada siapapun (tanpa memandang latar belakang dari golongan apa) * berhati-hati dalam memposting adalah hal yang sangat penting, mengingat salah satu kehancuran dan perpecahan dari umat ini adalah menyebarnya hadits-hadits palsu di kalaman umat ini, yang kemudian diyakini oleh kita sebagai orang awan. hal inilah pentingnya mengapa perlu disebutkan siapakah perawinya, matannya bagaimana, dll. sebagai contoh: misalkan ana memposting tentang suatu kalimat dalam bahasa arab, kemudian ana bubuhi tulisan hadits riwayat tabrani. bisa jadi banyak orang percaya karena matan/pesan yang ana sampaikan kebaikan. hal ini tidak akan diketahui oleh orang, karena tidak mencantumkan periwayatnya (rowi). * jika kita memang sudah memposting, maka siap-siap lah untuk menerima kritik-saran dan koreksi, apalagi di internet yang semua orang bisa membacanya. dan hanya hati yang bersih saja yang siap menerima kebenaran dan siap mengoreksi.
* mengkultuskan ulama' tertentu tanpa dilihat apa yang disampaikan dapat menjerumuskan kita ke dalam taqlid buta (ikut-ikutan).
Tentang definisi bid'ah dari pendapat berbagai ulama' insyaAllah akan ana posting (jika Allah memberikan kesempatan).
jazakillah
|
 | wah heubat boz jangan di udahin dulu baru seru neh..buat saya kan bisa jd bahan pelajaran, mana yang benar-benar bisa diikuti. buat saya melihat satu Hadits harus dengan Praduga bersalah dung, jangan jangan itu hadits palsu, saya sarankan untuk belajar Usul al hadits dulu deh baru ngoceh ttg hadits. Ngomong-ngomong Apa sih makna solawat menurut antum sekalian? nabi Muhammadkan ma'shum dan beliau diberi wewenang utk memberi Syafaat oleh Allah ngapain sih masih minta doa dari kita Ummatnya? |
 | Inndah bangeet... emang sih kalo udah bicara tentang dosa cuma Allah yang tau. yang pasti mari jalani hidup sesuai petunjuk, BENAR SALAH KEPADA ALLAH KITA KEMBALIKAN. Semoga Allah selametin kita semua. |
 | siiip.. Allah yaftah 'Alaik, oaseditamanhati... |
 | "Wong edan teko.... :P" yo wis jar no wae.. ngko yo mati dewe... he |
 | bozzz... salawat ki apa toh? |
 | zulhanif wrote on Jul 20, edited on Jul 20 "Wong edan teko.... :P" yo wis jar no wae.. ngko yo mati dewe... he  Wong jare islam kok omongane ngono yo mba |
| |