Kenapa sih mereka ini...
Biarkan aku berjalan sendiri
Suarakan kata yg menguak sepi
Sambil seakan tak ada yang peduli
Semua sibuk dengan urusannya sendiri
Dalam sepi dan gelapnya malam ini
Aku sudah lelah...
Terseok aku melangkah
Ditemani sang rembulan merah
Walau dengan teriakan yang memecah
Tetap sepi ini terasa membuncah
Menemani langkah yg semakin pasrah
Sambil berharap ada sedikit cercah
Tapi haruskah ku suarakan kata itu lebih keras lagi
Agar mereka tahu aku ada disini
Agar mereka juga belajar peduli
Kalau aku juga butuh sesuap nasi
Namun bagaimana pun aku masih punya harga diri
Sehingga mau tak mau peran ini aku lakoni
Demi orang-orang yang aku kasihi
Ku hanya punya satu teriakan...
Yang tersisa dari tenggorokan
Yang kering karena berharap lambaian
Hanya satu kata...
Kuteriakan sekali lagi dengan sekuat tenaga
Tuk wakili sesuatu yg kupunya
Yang kuingin semua orang menikmatinya
Saaaaateeeee.......!!!



* imajinary isi hati seorang tukang sate keliling di tengah jalan sepi sebuah komplek perumahan di malam hari