
Pernahkah Anda khusus menyisihkan 2,5 persen dari pendapatan Anda untuk anak yatim dan fakir miskin? Tahukah apa yg akan terjadi bila Anda tidak melakukannya? Mungkin selama ini kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya dalam harta kita atau pemasukan yang kita terima setiap bulannya terdapat hak kaum dhuafa sebesar 2,5 persen jumlahnya. Jika pendapatan Anda sebesar 5 juta sebulan, maka yang 125 ribu tersebut adalah hak anak yatim dan fakir miskin. Mungkin setelah membaca pertanyaan ini Anda langsung berkata, "akh...mana bisa saya sudah capek bekerja kok orang lain yang menikmati 2,5 persennya. No way.... Jangan harap...Tak usah ya..." Begitu biasanya orang akan menanggapi. Tapi sebenarnya apa sih yang akan terjadi bila Anda tidak menyisihkan 2,5 persendari pendapatan Anda utk fakir miskin? Pertanyaan itu pun pernah terbersit di benak saya.
Satu hari dalam sebuah perjalanan ke supermarket, terbersit sebuah pertanyaan konyol mengenai pembersihan harta sebesar 2,5 persen tersebut. Memang seberapa pentingnya
sih pembersihan harta ini? Memang apa sih yang akan terjadi kalo saya tidak memberikan hak anak yatim dan fakir miskin tsb? Tidak tahu kenapa pertanyaan itu tiba-tiba ada di benak saya walaupun selama ini saya telah berusaha teratur menyisihkan 2,5 persen dari pendapatan kepada fakir miskin. Entah ada setan darimana saat itu tiba-tiba
ada rasa sayang utk memotong pemasukan sebesar 2,5 persen. Saat itu pula ada niatan untuk menyimpan saja uang sebesar 2,5 persen itu. Dalam hati saya hanya berkata, memang apa sih akibatnya...?
Tak lama kemudian saya pun tiba di supermarket itu, saya kemudian berjalan melewati lorong yang memajang barang pecah belah. Entah bagaimana tiba-tiba empat buah pajangan terjatuh dan pecah persis di belakang saya, tak lama setelah saya melewati tempat di mana benda itu dipajang. Karena tidak ada tertuduh lain di lorong supermarket itu alias hanya saya yang ada di situ, maka terpaksa saya harus mengganti barang yang pecah itu dengan jumlah uang yang anehnya sama persis dengan jumlah uang yang seharusnya saya berikan kepada fakir miskin. Binggo, pertanyaan itu pun terjawab sudah.
Ketika saya duduk di SMP, seorang guru agama saya pernah bilang jika 2,5 harta milik fakir miskin yg terikut dalam pendapatan kita tidak dikeluarkan, maka harta yg 2,5 persen itu tetap saja akan keluar tetapi dengan cara yang tidak enak dan tidak disangka-sangka. Cara keluar uang itu pun bermacam-macam, bisa dengan cara kehilangan, kecopetan, tertipu, ditabrak orang, menderita sakit, dan segala macam cara lainnya. Mungkin sekali Anda akan berpikir akh memang saya kecopetan kok atau memang saya harus sakit kok. Tapi pernahkan terlintas dalam benak anda bahwa mungkin saya kerugian itu tidak akan terjadi bila Anda telah membersihkan harta Anda dengan menyisihkan 2,5 persen dari harta tsb utk kaum dhuafa sebelumnya?