Blog EntryRahasia menyisihkan 2,5% dari PendapatanAug 21, '07 6:09 PM
for everyone

                                                               

Pernahkah Anda khusus menyisihkan 2,5 persen dari pendapatan Anda untuk anak yatim dan fakir miskin? Tahukah apa yg akan terjadi bila Anda tidak melakukannya? Mungkin selama ini kita tidak menyadari bahwa sesungguhnya dalam harta kita atau pemasukan yang kita terima setiap bulannya terdapat hak kaum dhuafa sebesar 2,5 persen jumlahnya. Jika pendapatan Anda sebesar 5 juta sebulan, maka yang 125 ribu tersebut adalah hak anak yatim dan fakir miskin. Mungkin setelah membaca pertanyaan ini Anda langsung berkata, "akh...mana bisa saya sudah capek bekerja kok orang lain yang menikmati 2,5 persennya. No way.... Jangan harap...Tak usah ya..." Begitu biasanya orang akan menanggapi. Tapi sebenarnya apa sih yang akan terjadi bila Anda tidak menyisihkan 2,5 persendari pendapatan Anda utk fakir miskin? Pertanyaan itu pun pernah terbersit di benak saya.

Satu hari dalam sebuah perjalanan ke supermarket, terbersit sebuah pertanyaan konyol mengenai pembersihan harta sebesar 2,5 persen tersebut. Memang seberapa pentingnya
sih pembersihan harta ini? Memang apa sih yang akan terjadi kalo saya tidak memberikan  hak anak yatim dan fakir miskin tsb? Tidak tahu kenapa pertanyaan itu tiba-tiba ada di benak saya walaupun selama ini saya telah berusaha teratur menyisihkan 2,5 persen dari pendapatan kepada fakir miskin. Entah ada setan darimana saat itu tiba-tiba
ada rasa sayang utk memotong pemasukan  sebesar 2,5 persen. Saat itu pula ada niatan untuk menyimpan saja uang sebesar 2,5 persen itu. Dalam hati saya hanya berkata, memang apa sih akibatnya...?

Tak lama kemudian saya pun tiba di supermarket itu, saya kemudian berjalan melewati lorong yang memajang barang pecah belah. Entah bagaimana tiba-tiba empat buah pajangan terjatuh  dan pecah persis di belakang saya, tak lama setelah saya  melewati tempat di mana benda itu dipajang. Karena tidak ada tertuduh lain di lorong supermarket itu alias hanya saya yang ada di situ, maka terpaksa saya  harus mengganti barang yang pecah itu dengan jumlah uang yang anehnya sama persis dengan jumlah uang yang seharusnya saya berikan kepada fakir miskin. Binggo, pertanyaan itu pun terjawab sudah.

Ketika saya duduk di SMP,  seorang guru agama saya pernah bilang jika 2,5 harta milik fakir miskin yg terikut dalam pendapatan kita tidak dikeluarkan, maka harta yg 2,5 persen itu tetap saja akan keluar tetapi dengan cara yang tidak enak dan tidak disangka-sangka. Cara keluar uang itu pun bermacam-macam, bisa dengan cara kehilangan, kecopetan, tertipu, ditabrak orang, menderita sakit, dan segala macam cara lainnya. Mungkin sekali Anda akan berpikir akh memang saya kecopetan kok atau memang saya harus sakit kok. Tapi pernahkan terlintas dalam benak anda bahwa mungkin saya kerugian itu tidak akan terjadi bila Anda telah membersihkan harta Anda dengan menyisihkan 2,5 persen dari harta tsb utk kaum dhuafa sebelumnya?




zulhanif wrote on Aug 21, '07
Saya pernah mbak, ilang....dan jumlahnya lebih besar dari yang seharusnya dikeluarkan, emang sejak dulu di keluargaku berapapun jumlahnya yang diterima ya harus disisihkan, harus. Ya gaji, hasil jual apa gitu, dll. Juga saat tangan kita memberikan tuh dalam hati niat, gitu...
nadiavaganza wrote on Aug 22, '07
hm
zackiyya wrote on Aug 23, '07
alhamdulillah saya sudah mampu melakukan hal tersebut,
dadiq78 wrote on May 4
"..jika 2,5 harta ...... tidak dikeluarkan, maka harta yg 2,5 persen itu tetap saja akan keluar tetapi dengan cara yang tidak enak dan tidak disangka-sangka".
lha kalo dia hidup di negara yg tdak ada fakir miskinnya, apa jg akan ttp keluar dgn terpaksa dan tidak enak ya?? ^_^
oaseditamanhati wrote on May 4
Contohnya di Jepang ya...? :)
Saya rasa banyak caranya...Kalo di negara maju bisa dengan menyalurkan ke yayasan2 yg bergerak di bidang amal dan kemanusiaan yg saya rasa ada di setiap negara.... Atau diberikan kepada kerabat dan orang-orang terdekat di negara sendiri yang kita tahu masih membutuhkan sokongan....
penyairkelana wrote on May 12
he..he.. tapi perlu diingat mbak, kalo gajinya 5 juta tapi pengeluarannya 4,5 juta/bulan, sementara harga emas 250 ribu, kan ga wajib zakat! Allah Jalla wa 'Ala kan memberikan kemudahan pada hambanya, jangan justru jadi memberatkan... :)
oaseditamanhati wrote on May 12
2,5 persen dari pendapatan kan tidak harus sesuai dengan harga emas... Lagipula kalo pengeluaran sebesar 4,5 juta berarti kan tetap masih ada yg bisa disedekahkan... Tapi kalo belum mampu juga ya dihitung aja berapa kira2 zakat yg harus dikeluarkan, nanti di akhir tahun bila ada rejeki lebih baru dikeluarkan semuanya...
Allah tidak memberatkan hambanya...memberi nafkah pada keluarga juga sudah dianggap sedekah, jd kalo 4,5 juta itu sudah termasuk menafkahi keluarga ya sepertinya sudah dihitung sedekah... (Wah gak tau deh bener ato enggak, itu cm menurut pendapat saya lho... :D)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help