Pokoknya kalau sedang blog walking ke tempat2 tetangga kebanyakan nemuin segala macam komentar baik tentang lagu, novel ataupun tentang film yang judulnya Ayat-Ayat Cinta (AAC). Pokoke di mana-mana lagi demam AAC… Salut berat deh buat pengarang nya…
Akh…saya kok jadi pingin ikutan juga nulis ttg AAC ini. AAC ini digemari (analisa saya lho ya…) karena mampu menciptakan kisah cinta yang indah dengan karakter tokoh yang nyaris sempurna di dalamnya. Dan kebanyakan novel berisi kisah cinta yang menjadi best seller memang harus bisa menawarkan dan mewakili mimpi pembacanya, serta dapat memberikan sebuah kesempurnaan karakter yang sulit untuk ditemukan di dunia nyata. Kisah cinta yang baik harus bisa membuat para pembacanya bermimpi dan AAC sangat sukses mengajak pembacanya utk berkhayal sejenak. Dan khayalan tentang kisah cinta yang sempurna ini sukses pula ditawarkan oleh kisah-kisah cinta yang telah melegenda seperti misalnya Romeo and Juliet, Layla and Majnun, Cinderella, dll…
Novel AAC ini menawarkan karakter dan kisah cinta yang sempurna sehingga berhasil mengajak pembacanya sedikit pergi dari dunia nyata. Gimana gak sempurna, si Aisha, tokoh wanita dalam cerita ini, digambarkan sebagai gadis yang cantik, cerdas, kaya raya dan dengan pendalaman agama yang bagus sehingga ketika menikah hartanya bulat-bulat ia serahkan kepada suaminya utk dikelola. Tidak hanya itu, Aisha pun digambarkan sebagai wanita yg berinisiatif mengajak sang idaman hati utk menikah dengan melalui perantaraan pamannya. Cari dimana coba perempuan yg kayak gini… ? ho..ho..ho…Ya carinya di novel… Dan gilanya,(menurut survey kecil-kecilan) diam-diam para pria pun berkhayal tuk bisa dapet yang kayak gini….Dah cantik, cerdas, kaya raya dan langsung ngajak nikah duluan pada si Fachri yg jauh berbeda dalam tingkat ekonomi dengan Aisha hanya berdasarkan beberapa kali pertemuan dan si anak konglomerat ini menyerahkan hartanya pada suaminya… hmmm…. Dan ditambah lagi, semua wanita di dalam novel itu digambarkan menyatakan cintanya lebih dulu pada Fachri...(Kayaknya impian banyak pria nih... :D). Wah tapi kalo tipe kayak gini sih gak usah pria, kaum hawa pun pastinya juga mau... (dengan karakternya lho bukan berarti jeruk makan jeruk he..he..he..)
Saya jadi inget gurauan yang sering dilontarkan oleh temen-temen saya waktu SMU dulu, sering sekali mereka bilang “gue mah ntar kalo cari bini yg anak tunggal, anaknya orang kaya tp bapak ibunya dah sekarat di RS jadi tinggal matinya” Hmmm…. Dasaaar….gak dinyana ternyata teman-teman saya punya cita-cita yang sungguh “mulia.” Dan cita-cita “mulia” itu sepertinya tertangkap dan dipatenkan pula dalam sebuah stiker di sebuah bemper motor yg saya baca tulisannya “DICARI MERTUA KAYA SAYANG MENANTU” He..he..he… Ungkapan yang sangat mewakili isi hati…Jadi tidak heranlah bila sebagai novel, AAC ini pun banyak disukai, karena secara tidak langsung banyak mewakili mimpi para kaum Adam ….(hayo..ngaku... :D)
Lalu bagaimana dengan penonton wanitanya, apakah terwakili juga mimpinya dalam karakter tersebut? Sudah jelas terwakili juga… Di situ Fahri, sang pemeran utama, digambarkan sebagai pria cerdas dan alim. Ia tidak hanya berpengetahuan agama yg dalam serta bertampang rupawan, tetapi juga “manis” alias tidak macem-macem dengan perempuan walaupun ia punya banyak secret admirer yang tampangnya cantik semua, cerdas serta berasal dari keluarga terpandang. Tapi hal tersebut tidak lantas membuat pria bertampang rupawan yg cerdas dan alim ini pun menjadi pria yang petantang-petenteng sibuk menebar pesona pada banyak wanita..he..he..he.. apalagi sampai kemudian jadi pria yang ramah (rajin menjamah)… Tidak sama sekali...
Sebaliknya Fahri ini digambarkan sebagai pria simpatik yang teguh dalam mengamalkan segala perintah agama dengan dibarengi toleransi yang tinggi kepada penganut agama lain yang kesemuanya itu karena didasari oleh pengetahuan agama yang cukup luas dan kepercayaan diri akan keimanannya yang cukup tinggi. Berdasarkan hal tersebut itulah sehingga Fahri juga tidak lantas menjadi seorang pemuda yang hanya gemar dan fasih melafalkan kata jihad dan poligami… (wah semoga kata-kata yang terakhir ini tidak membuat saya disuguhi berbagai ayat-ayat dan hadist… he..he..he…tp gak pha-pha ding biar rame blognya). Buat kebanyakan wanita, pria dengan karakter seperti ini (yg cakep, alim, cerdas dan tidak setia pada "Setiap" wanita) tentu saja mempunyai daya tarik lebih yg mungkin juga sulit ditemui di dunia nyata. Sehingga pada akhirnya sekali lagi, AAC pun mampu mewakili mimpi para kaum hawa....
Yaaa…namanya juga cerita, tentunya harus bisa mengajak pembacanya berkhayal. Tapi kenyataan di dunia ternyata tidaklah seindah seperti dalam cerita. Ada wanita yang cantik tapi sayangnya gak kaya. Tetapi ada juga wanita yang cantik dan kaya, tapi akhlaknya jauh dari ajaran agama. Di lain pihak ada yang agamanya bagus, tapi sayangnya tidak cantik apalagi kok kaya… Lalu ada pula contoh artis wanita yang cantik, cerdas, kaya raya tapi sebelum menikah sibuk bikin pre-nuptial married buat jaga-jaga kalo nanti cerai…dan akhirnya memang bercerai…Weelah…sangat-sangat dunia nyata seeh…
Kesimpulannya? Kehidupan dunia ini memang amat tidak sempurna seperti dalam cerita, namun dari yg tidak sempurna itulah diharapkan dapat saling mengisi dan melengkapi karena memang manusia tidak sempurna dan manusia tidaklah bisa memiliki segalanya. Seperti pepatah bule mengatakan “Even a winner cannot win everything… ” 

