Blog EntryHOMESCHOOLING…Apr 27, '08 12:23 AM
for everyone

 

Akhir-akhir ini yang namanya homeschooling sedang hangat dibicarakan orang. Apalagi ketika mulai banyak artis yang memilih untuk bersekolah di rumah karena kesibukannya yang padat, membuat homeschooling ini menjadi pembicaraan hangat. Selain itu banyak kalangan mampu yang merasa kecewa dengan kurikulum pendidikan yang ada dimana kurikulum tersebut dirasa terlalu membebani siswa dengan berbagai teori dan hafalan tetapi tidak mengasah kreatifitas, sehingga kemudian banyak dari mereka yang akhirnya memutuskan untuk menyekolahkan sang buah hati di rumah saja.

Kelebihan homeschooling ini mungkin pada bahan pelajaran yang disesuaikan dengan minat siswa, sehingga memang tidak dapat dipungkiri banyak pula anak-anak cerdas yang lahir dari homeschooling ini.

Masalahnya sekarang bagaimana dengan EQ anak? Seperti yang kita ketahui, IQ (Intelectual Quotient) tidak lagi menjadi faktor utama dalam mencapai kesuksesan, ada faktor lain lagi yang disebut EQ (Emotional Quotient) atau dengan kata lain Kecerdasan Emosi. Sekolah umum secara tak langsung telah ikut membantu mengkondisikan anak untuk belajar bersosialisasi, bertoleransi, berkompetisi, mengikuti aturan yang berlaku, hingga kemampuan bertahan dalam menghadapi guru yang mempunyai berbagai sifat dan prilaku,  serta hal-hal umum lainnya yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika berbicara mengenai homeschooling ini, yang terlintas di benak saya adalah sebuah kisah tentang seorang raja yang ingin anaknya mendapatkan pengajaran agama langsung dari seorang ulama tersohor di sebuah negeri. Sang raja tersebut meminta sang ulama  untuk datang ke kerajaan secara teratur demi mengajarkan ilmu agama terhadap sang putra mahkota. Namun ulama tersebut menolak dengan mengatakan, “Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi. Jika kau mau anakmu belajar ilmu agama, suruhlah ia datang ke majelis ilmu di masjid seperti anak-anak lainnya.”  Entah rahasia apa yang ada dibalik filosofi mendatangi majelis ilmu dan bukannya mendatangkan ilmu, tapi saya yakin pastilah banyak manfaat dibaliknya, apalagi hal tersebut diucapkan oleh seorang ulama besar sekelas Imam Al Ghazali yang kitab-kitabnya terus dibaca orang hingga ratusan tahun setelah wafatnya.

Dari situlah kemudian saya merasa bahwa sekolah umum tetap dapat menawarkan berbagai macam kelebihan yang tidak dimiliki oleh homeschooling. Walaupun kurikulum yang ada saat ini apalagi dengan ditambah faktor Ujian Nasional membuat banyak orang frustrasi dengan sistim pendidikan yang ada, sekolah umum masih tetap bisa menjadi majelis ilmu sekaligus kawah candra dimuka bagi  perkembangan  kecerdasan emosi  anak.

 


13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
dardiri wrote on Apr 27
kalo jaman dulu dah ada homeschooling sepertinya aku minat tuh..kan enak gak harus ke sekolah...jam pelajarannya bisa menyesuaikan dengan jam tidur hahahaha
oaseditamanhati wrote on Apr 27
Kayaknya sih dah ada deh, lha anak raja kan gak mungkin ke belajar bareng-bareng ke satu tempat... Pastinya panggil guru lah yao....
*sok tau mode on

Wah...Simbahku dulu kira-kira kayak gitu gak ya....:D
revaldi wrote on Apr 27
bisa juga tetap homeschooling, tapi buat eq nya anak tetap kelauar/ main di suatu komunitas kayak tpa atau sanggar lukis, skateboard kek...kan sama aja tantangannya juga sama malah kadang lebih menantang...kekkek
harlia wrote on Apr 27, edited on Apr 27
hmm...
yang gw tau, anak2 homeschooling diajar untuk berguru langsung pada ahlinya.
ya belajar pada tukang, pada petani, pada pedagang, tukang gorengan, dll dsb...
(yang mungkin aja malah menjadikan EQ mereka lebih dari anak2 sekolah biasa)

dan biasanya mereka juga punya komunitas.
nggak bener2 cuma di rumah aja.

itu yang gw tau sihh..

gw pribadi nggak sanggup ngebayangin klo gw meng-homeschooling-kan anak2 gw..
secara gw sendiri bukan orang yang cukup ilmu, dan cenderung moody. sementara untuk anak2 homeschooling perlu orang tua yang bener2 berdedikasi untuk anak mereka.

tapi gw juga setuju klo sekolah menawarkan kelebihan yang tidak dipunya dengan homeschooling. menghadapi karakter orang (anak2 seumuran) yang jauh lebih beragam, salah satunya.


revaldi wrote on Apr 27
homeschooling memang bukan sekedar maksudnya merumahkan anak, dan juga ga harus orang tuanya sendiri yang mengajarkan, bisa juga berkelompok, seperti yang dilakukan Dik doank dgn kandang juranknya..itu ok lho
difaless wrote on Apr 27
homeschooling? hmmm....

pros : teachers sometimes don’t pay attention to talents or interests of kids in pulic school. feel treated like robots (national curriculum??)

contras : what about socialization?
revaldi wrote on Apr 27
itu kayak anaknya mendiknas , ga tahan di sekolah , karena sekolah ga bisa memahami kemampuan dia dalam menulis..ama bapaknya di homeschooling, sekarang dah jadi penulis novel..coba dia terusin bisa stress tuh anak..sosialisasi justru makin luas setelah dia berhenti sekolah..padahal tadinya sekolah di salah satu smu fav di jakarta lho
vienky wrote on Apr 27
ada kelebihan dan kekurangan masing-masing....
tapi aku pribadi sih klo ntar punya anak ya tetap aja belajar di sekolah biasa...
oaseditamanhati wrote on Apr 29
revaldi said
bisa juga berkelompok, seperti yang dilakukan Dik doank dgn kandang juranknya..itu ok lho
Wah kalo yg dilakukan dik doank sih aq setuju. Tp mgkn itu lbh tepatnya disebut dg komunitas belajar. Dan saya rasa beda dg yg saya maksud di atas. Kalo homeschooling yg saya sebut di atas itu lbh mirip ke guru privat yg dipanggil ke rmh...
oaseditamanhati wrote on Apr 29
pros : teachers sometimes don’t pay attention to talents or interests of kids in pulic school. feel treated like robots (national curriculum??)

contras : what about socialization?
Enaknya sih gak usah pake kurikulum nasional kali ye... Bikin pusing aja...
Kan gak perlu segala sesuatunya itu harus seragam... :)
oaseditamanhati wrote on Apr 29
revaldi said
itu kayak anaknya mendiknas , ga tahan di sekolah , karena sekolah ga bisa memahami kemampuan dia dalam menulis..ama bapaknya di homeschooling, sekarang dah jadi penulis novel..coba dia terusin bisa stress tuh anak..sosialisasi justru makin luas setelah dia berhenti sekolah..padahal tadinya sekolah di salah satu smu fav di jakarta lho
Iya jg ya.... Wah andaikan bukan anaknya Mendiknas mgkn dia terpaksa harus berlatih sabar utk terus bersekolah di sekolah umum ya... :D
Ya..seperti anak lainnya yg dipaksa tawuran walaupun sekolah di sekolah fav...
oaseditamanhati wrote on Apr 29
vienky said
ada kelebihan dan kekurangan masing-masing....
tapi aku pribadi sih klo ntar punya anak ya tetap aja belajar di sekolah biasa...
idem akh... :D
suararaa wrote on May 4
hm... homeshooling... memang mngkn ada komunitas kyk yg dibilang Mbak Harlia.. tp kyknya tetep lebh baik sekolah umum kali ya kalau untuk bergaul dg orang lain *banyk* itu. :-)
menurutku sih....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help