Blog EntrySabaaar....Apr 25, '08 11:12 AM
for everyone

Saya pernah membaca di suatu majalah seseorang yang bertanya kepada seorang ulama mengenai bagaimana mengetahui bahwa seseorang itu, atau seorang ustadz misalnya, sabar atau tidak. Sang ulama tersebut berkata, “Gampang saja untuk mengukur seorang ustadz itu sabar atau tidak. Kalau dia sedang berkhutbah mengenai kesabaran, buang aja sandalnya. Kalo dia marah ya berarti dia baru tau ilmu tentang sabar, tetapi belum bisa sabar, apalagi kalo kemudian ketika marah pake mengeluarkan dalil yang menakut-nakuti seperti; dosa lho… sandal ustadz kok dibuang.”

Sederhana sekali ternyata untuk mengukur kadar kesabaran seseorang. Karena kesabaran itu ternyata memang lebih mudah sekaligus lebih enak untuk diomong daripada untuk diamalkan. Sehingga pernah juga sebuah tulisan yang mengatakan, “Orang baik itu bukanlah orang yang banyak menyampaikan ilmu, tetapi orang baik itu adalah orang yang dapat mengamalkan ilmu yang dimilikinya walaupun ilmu yang ia miliki tersebut hanyalah sedikit.”

Kesabaran memang tidak mudah rupanya untuk didekati atau bahkan untuk begitu saja dimiliki, karena sekarang yang namanya Pak Sabar kan sudah mempunyai istri…he..he..he…(itu sih sabar yang lain kaleee). Untuk bisa sabar, mungkin rasanya memang kita perlu meminta langsung kepada “Bos” yang terkenal Maha Sabar agar ditolong untuk dianugerahi kesabaran. Lagipula berdekat-dekat dengan Yang Maha Sabar sepertinya bisa membantu membuat kita ketularan sabar.

Namun sayangnya kebanyakan dari kita biasanya hanya pandai bersabar dan fasih menasihatkan kesabaran hanya ketika tiba saatnya harus membayar hutang ataupun membayar honor orang-orang yang telah bekerja untuk kita.  “Sabaaar…. Nanti saya lunasi deh hutangnya... " atau "Sabaaar... Nanti juga akan saya bayar kok honornya…”  Jadi... hanya dengan menunda melunasi kewajiban untuk membayar hutang ataupun honor orang tepat pada waktunya sudah dapat membuat kita otomatis berhasil menjadi orang yang paling Sabar.  (laaah…ada curhat colongannya ternyata… )



18 CommentsChronological   Reverse   Threaded
dardiri wrote on Apr 25
sabar itu amalan hati...
amalan hati itu tidak ada batasnya...

zrayz wrote on Apr 25
Kesabaran ni kena dipupuk selalu... lama-lama dapat
arrohwany wrote on Apr 25
jazakillah atas tadzkirahnya...
diansaputra wrote on Apr 25
“Orang baik itu bukanlah orang yang banyak menyampaikan ilmu, tetapi orang baik itu adalah orang yang dapat mengamalkan ilmu yang dimilikinya walaupun ilmu yang ia miliki tersebut hanyalah sedikit.”
Dua-duanya sama jeleknya, tapi orang Alim yang fasiq, masih jauh lebih baik daripada ahli ibadah yang bodoh.
Jdi saya kurang setuju dengan ujar "orang baik adalah orang yang mengamalkan ilmunya walaupun sedikit". karena di situ ada indikasi untuk tidak menambah ilmu dan merasa cukup dengan ilmunya yang sedikit itu. kebodohan itu pangkal kekufuran.
ya kan, sister?
uniqme wrote on Apr 25
Jdi saya kurang setuju dengan ujar "orang baik adalah orang yang mengamalkan ilmunya walaupun sedikit". karena di situ ada indikasi untuk tidak menambah ilmu dan merasa cukup
maaf .. sama sekali tidak bagi saya.. indikasi yg jelas di sini adalah dengan beramal yg sedikit asalkan berterusan (istiqamah, konsisten) adalah jauh lebih baik, terkesan dan disukai Rasulullah saw yg dalilnya ditukil dari kitab Riyadhus Solihin Insya Allah

Firman Allah Taala:
"Kemudian mereka tidak memelihara - ketentuan-ketentuan Allah itu - dengan pemeliharaan yg bersungguh-sungguh"
(Al-Hadid:27)

690. Dari Abdullah bin Umarah ra katanya: "Rasulullah saw bersabda kepada saya:

"Hai Abdulllah, jangan engkau menjadi seperti si fulan itu. Dahulu ia suka berdiri bersembahyang di waktu malam, tetapi kini ia meninggalkan bersembahyang di waktu malam." (Muttafaqun 'Alaih)

[Bab 87, Memelihara Apa2 Yang Sudah dibiasakan Dari Hal Kebaikan]

Kerana buah hasil seseorang yg ikhlas seperti yang disebutkan di entry ini, adalah ia akan mencetuskan rasa kekurangan dalam dirinya dan untuk dia terus meningkatkan ilmu sekaligus mutu amalannya dgn izin kurniaan taufiq dan hidayah Allah swt.

Allahu wa rasula a'lam.
uniqme wrote on Apr 25
Saya pernah membaca di suatu majalah seseorang yang bertanya kepada seorang ulama mengenai bagaimana mengetahui bahwa seseorang itu, atau seorang ustadz misalnya, sabar atau tidak
Jazakallahu khayra sister.. enlightening!
oaseditamanhati wrote on Apr 26
Aduuuh benaaar sekali... Cuma masalahnya susah buat kita utk mengamalkannya.... Kalo sudah mau marah kita paling sering bilang, sabar itu juga ada batasnya.... :D
oaseditamanhati wrote on Apr 26
zrayz said
Kesabaran ni kena dipupuk selalu... lama-lama dapat
iya... perlu latihan....
oaseditamanhati wrote on Apr 26
jazakillah atas tadzkirahnya...
Sama-sama... semoga kita tidak menjadi golongan orang yang sabar hanya ketika harus membayar hutang.... :D
oaseditamanhati wrote on Apr 26
Dua-duanya sama jeleknya, tapi orang Alim yang fasiq, masih jauh lebih baik daripada ahli ibadah yang bodoh.
Jdi saya kurang setuju dengan ujar "orang baik adalah orang yang mengamalkan ilmunya walaupun sedikit". karena di situ ada indikasi untuk tidak menambah ilmu dan merasa cukup dengan ilmunya yang sedikit itu. kebodohan itu pangkal kekufuran.
ya kan, sister?
Maksudnya tidak seperti itu... Yang dimaksud di sini adalah jangan sampai kita menjadi orang yang banyak tahu tentang suatu ilmu tetapi tidak mau mengamalkannya... Dosanya lebih besar daripada orang yang tidak tahu....
Begichuuu.... :D
Dan sepertinya penjelasan dari saudara Uniqme juga sudah dapat menjawab pertanyaan mas dian...
oaseditamanhati wrote on Apr 26
uniqme said
Jazakallahu khayra sister.. enlightening!
Sama-sama brother....
Sebenarnya jawaban yang diberikan itu adalah jawaban dari Syech Asrori
yang saya baca dalam sebuah majalah....
dardiri wrote on Apr 26
Kalo sudah mau marah kita paling sering bilang, sabar itu juga ada batasnya.... :D
hehehehe..itulah alasan seseorang ketika gak sabar
oaseditamanhati wrote on Apr 26
dardiri said
hehehehe..itulah alasan seseorang ketika gak sabar
Iya..ya.... Sabarlah yang kemudian dipake alasan...
Padahal sebenarnya hal itu menunjukkan bahwa dia sudah gak sabar.... :D

dardiri wrote on Apr 26
Iya..ya.... Sabarlah yang kemudian dipake alasan...
Padahal sebenarnya hal itu menunjukkan bahwa dia sudah gak sabar.... :D

makanya ini memang amalan yang paling susah...apalagi kalo sudah menyangkut harga diri yang diinjak2...wah bisa tambah rame....

padahal yang namanya sabar itu bukannya diam aja ketika didzalimi..tapi lebih kepada pengendalian diri untuk tidak terlalu emosi
oaseditamanhati wrote on Apr 27
dardiri said
padahal yang namanya sabar itu bukannya diam aja ketika didzalimi..tapi lebih kepada pengendalian diri untuk tidak terlalu emosi
Duatuju..... !!!
Wah kalo urusannya sudah karena dizhalimi ya...gak boleh hanya diam....
Tapi mungkin soal cara penyelesaiannya aja kali yee.... tak harus membabi buta....
Karena marah itu awalnya gila dan akhirnya malu...
dardiri wrote on Apr 27
Karena marah itu awalnya gila dan akhirnya malu...
betul sekali...apalagi marah yang gak terkontrol....

suararaa wrote on May 4
wah kayaknya aku termasuk orang ngga sabaran nih.. semoga bsa jadi orang yang lebih sabar.. :-)
oaseditamanhati wrote on May 4
Tapi jangan dengan cara deket2 ma pak sabar ya..he.he..he...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help