
Alkisah pada satu hari Abunawas tiba di sebuah kota yang baru saja diinjaknya dan saat itu hari sangat terik sehingga timbul keinginan untuk memakan sesuatu yang segar. Saat itu Abunawas membayangkan betapa nikmatnya bila ia dapat memakan sesuatu yang berair, segar dan manis. Ketika sedang asiknya berangan demikian, matanya tiba-tiba tertumbuk pada buah-buahan yang besar dan ranum yang dijual pedagang di pinggir jalan. Ia pun kemudian mengeluarkan satu-satunya sisa uang yang ia punya untuk membeli buah itu. Namun apa mau dikata buah tersebut ternyata mempunyai rasa yang agak pedas dan tidak berair karena ia ternyata sejenis buah untuk dimasak. Namun walau bagaimana ia tetap memakan buah tersebut sampai mukanya merah karena kepedasan. Orang yang kebetulan melihatnya lalu menghampiri dan menegurnya, “Mengapa sudah tahu pedas masih saja kau makan buah itu?” Lalu jawab Abunawas, “Aku tidak sedang makan buah ini, tetapi aku sedang makan uangku.”
Begitulah salah satu contoh betapa keinginan yang terwujud belum tentu sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Seringkali ketika keinginan itu terwujud hasilnya jauh dari apa yang kita bayangkan. Dalam kehidupan sehari-hari kalau kita perhatikan sering juga kita mengalami kejadian seperti yang dialami Abunawas, walau mungkin skalanya saja yang berbeda. Dalam skala kecil yang mungkin mirip dengan kejadian di atas adalah pengalaman saya ketika pada satu hari saya ingin sekali minum es jeruk. Rasa badan yang sudah seperti mau sakit flu dan lidah yang terasa agak pahit membuat saya berangan-angan betapa nikmatnya bila tenggorokan yang kering ini dibasahi oleh segelas es jeruk yang kental, manis dan menyegarkan.
Namun kenyataan ternyata memang tak selalu seindah bayangan. Entah kenapa saat itu office boy tidak membelikan saya es jeruk di tempat biasa sehingga es jeruk yang telah dibeli itu rasanya agak aneh. Es jeruk itu terasa seperti sirup jeruk yang kurang sirupnya dan, yang lebih parahnya lagi, berbau obat yang cukup menyengat. Yang jelas karena bau obat yang tidak tau dari mana asalnya itu, saya jadi tidak bisa meminumnya selain memang karena rasanya yang sudah agak aneh.
Hal yang kita angankan dan kemudian terwujud bisa jadi ternyata tidak sama seperti yang kita bayangkan. Dan hal tersebut di atas hanyalah satu dari sekian contoh sederhana betapa angan yang telah terwujud ternyata tak selalu indah seperti bayangan. Jadi sebaiknya, nikmatilah setiap momen yang ada dalam hidup ini, karena belum tentu apa yang kita bayangkan indah akan tetap indah ketika ia menjadi kenyataan apalagi sampai kemudian menjadi kecewa berlarut-larut atau bahkan sampai merusak diri hanya karena angan yang tak tercapai atau sesuatu yang luput dari genggaman (he..he..he... kalo cuma ngomonk sih gampang ya...)