
Kalau Anda kebetulan sedang berwisata ke Yogya, di alun-alun selatan kota Yogya atau yang biasa disebut Alkid (Alun-alun Kidul) oleh anak muda Yogya, Anda akan akan menemui dua buah beringin besar yang tumbuh berdampingan di tengah alun-alun. Di antara dua beringin tersebut ada jarak sebesar kira-kira sekitar 12 meter. Lalu apa sih istimewanya kedua buah beringin tersebut?
Dua buah beringin tersebut biasa di sebut masyarakat setempat sebagai Wringin Kurung atau Beringin Kurung. Menurut cerita, jaman dahulu di tempat tersebut dibuatlah pertahanan gaib yang bertujuan untuk mengecoh pasukan Belanda yang akan menyerang keraton sehingga mereka kehilangan arah. Karena faktor adanya pertahanan gaib itulah, kini setiap malam, terutama malam Jumat, Beringin Kembar ini ramai dikunjungi para wisatawan yang mencoba melewati celah di antara dua beringin tersebut dengan mata tertutup dari jarak 20 meter. Fenomena ini pun kemudian tidak dilewatkan oleh pedagang di pinggir alun-alun yang melihat peluang bisnis. Mereka menyewakan kain penutup mata sebesar tiga ribu rupiah sekali pinjam.
Berjalan lurus dengan mata tertutup untuk melewati celah di antara dua beringin tersebut memang sekilas terlihat mudah, tapi ternyata tidak semua orang bisa melewatinya. Ada yang merasa sedang berjalan berbelok ke kiri, tetapi pada kenyataannya mereka berbelok ke kanan. Kebanyakan para wisatawan yang mencoba melewati celah tersebut memang kebanyakan akhirnya berbelok ke kanan, jarang sekali ada yang berbelok ke kiri. Para wisatawan asing pun terlihat mencoba peruntungan mereka untuk dapat berjalan melewati celah di antara kedua beringin tersebut, dan kebanyakan mereka terlihat hanya berputar-putar di depan pohon tanpa bisa melewati celah yang begitu lebar tersebut. Ada selentingan yang mengatakan bahwa di depan Beringin Kembar tersebut ada barisan makhluk halus yang bergandengan tangan dengan erat dan membentuk barisan yang membelok ke kanan. Wallahu a’lam bi sawab… perasaan sedang berjalan lurus padahal pada kenyataannya orang tersebut sedang berjalan berbelok ke kanan.
Hal yang sebenarnya berkaitan erat dengan faktor mistis ini, pada akhirnya dapat menjadi ajang hiburan bagi mereka yang menonton teman atau kerabatnya yang sedang berjalan melalui celah Beringin Kembar tersebut. Banyak kelucuan tercipta dari mereka yang merasa yakin telah dapat berjalan lurus namun pada kenyataannya mereka berjalan menjauh dari beringin tersebut, malah ada yang nyaris menabrak penjual minuman yang berada di tengah alun-alun bila tidak diteriaki utk berhenti. Kejadian itu pun bisa membuat mereka yang menonton tertawa terbahak-bahak.
Namun dari semuanya, kegiatan lewat melewati beringin tersebut seharusnya dianggap sekedar permainan yang tak usah dipikirkan terlalu serius apalagi untuk dimaknai terlalu dalam. Namun tak urung, ada juga sepasang kekasih dimana sang wanita menangis tersedu-sedu karena tak dapat melewati celah di antara Beringin Kembar tersebut. Mungkin karena adanya mitos bahwa mereka yg belum menikah akan segera dapat bertemu dengan jodohnya ketika berhasil melewati celah antara kedua beringin tersebut. Oaallaaaah… Please deh ah…. Jodoh itu kan di tangan Tuhan bukan di tangan pohon keramat. Lahir, jodoh, mati dan rezeki, semua itu misteri dan hanya “Big Boss” yang tahu soal kapan, dengan siapa, dimana dan bagaimana. Manusia itu toh cuma disuruh menjalani, TITIK dan gak pake koma (ceilaaa… weh sok bijak sekali, abis makan apa ya tadi…he..he..he…) Wah pokoe buat mbak yg nangis itu…(yaaa…barangkali aja tiba-tiba nemuin blog ini dan membaca) Tetep ceria ya!!!...jangan biarkan dua batang pohon mematahkan harapan dan juga semangat…
Cuma pohon gitu loh…
Lalu mitos apa lagi sih yang beredar bila berhasil melewati celah tersebut? Karena Yogya adalah kota yang kental dengan hal-hal yang berbau mistis, maka tentunya ada banyak mitos dibalik kegiatan melewati celah Beringin Kembar tersebut. Ada mitos yang mengatakan bahwa mereka yang dapat melewati Beringin Kembar tersebut maka permohonannya akan terkabul, kayaknya termasuk yang berkaitan dengan jodoh. Ada juga mitos yang mengatakan bahwa mereka yg berhasil melewati celah tersebut menandakan masih keturunan raja, sedang yang lain mengatakan bahwa itu pertanda bahwa hatinya bersih.
Soal mitos yang mengatakan bahwa mereka yang berhasil melewati celah di antara Beringin Kembar tersebut menandakan bahwa mereka masih merupakan keturunan Raja rasanya harus ditimbang lagi kebenarannya. Mengapa?Karena toh ternyata ada juga dua bersaudara kandung seayah dan seibu, namun hanya salah satu saja yang berhasil melewati celah antara dua beringin tersebut. Andai mitos itu benar, wah bisa timbul tuduhan bahwa salah satu orang tua mereka pernah berselingkuh dengan raja… he..he..he… Rajanya bisa mencak-mencak gak rela…. 
Mitos lain yang mengatakan bahwa mereka yang berhasil melewati celah tersebut pertanda bahwa hatinya bersih juga rasanya agak susah untuk diterima karena berarti banyak sekali mereka yang malam itu hatinya tidak bersih. Padahal hati manusia memang tidak bisa sepenuhnya selalu bersih, setiap saat, setiap detik, selalu ada penyakit hati yang menggerogoti. Bahkan hanya dengan mempunyai anggapan bahwa hati kita bersih saja sebenarnya sudah bisa mengotori hati karena hal tersebut merupakan kesombongan yang tersembunyi. Weeelah…kok susah ya ternyata 
Tetapi dari beberapa mereka yang berhasil melewati celah tersebut, rasanya ada beberapa keterangan atau tips yang lumayan bagus juga buat dipraktekkan (mungkin bisa diberikan laporannya bila telah berhasil dikerjakan, wah saya tunggu ya…). Dari cerita mereka yang berhasil melewati celah besar tersebut, didapatkan informasi bahwa mereka tidak melangkah dengan hati diam. Hati mereka tetap berhubungan dengan yang Maha Mengetahui.
Ada yang berbagi pengalaman bahwa dari awal melangkah, di dalam setiap langkahnya, ia selalu mengucapkan “Bismillahirahmanirahiim.” Lalu ada juga yang mengatakan bahwa ia berhasil melewati celah tersebut karena dalam setiap langkahnya ia mengucapkan “Assalamualaikum.” Ya…Walllahua’lam Bissawab… Karena ternyata ada juga yang berhasil melewati celah tersebut tanpa berkata apa-apa…. Wah kalo ini saya benar-benar gak tau apa resepnya….
Tetapi kalau dipikir secara logika sih, pertahanan gaib itu kan terdiri dari barisan makhluk halus yang juga notabene adalah makhluk Tuhan sehingga kalau nama Sang Pencipta Makhluk alias nama “Big Boss” sudah dibawa-bawa dan disebut-sebut, maka makhluk mana yang berani menghalangi…
